ide kegiatan untuk malam takbiran

Bulan Ramadhan Telah Usai, Sudahkah Kamu Merenungkan Hal-hal Berikut?

Vanessa Giovanni /   Info & Tips, Topik Seru Lainnya

Tidak terasa bulan Ramadhan tahun ini telah usai. Pada malam Hari Raya Idul Fitri, gema takbir dikumandangkan dengan penuh suka cita untuk menyambut kedatangan hari Idul Fitri, hari penuh kemenangan. Di hari yang spesial ini, tidak ada salahnya kita coba untuk merenungkan kembali beberapa hal terkait ibadah puasa dan semua yang kita lalui dalam bulan Ramadhan kemarin. Berikut beberapa hal yang bisa jadi bahan perenunganmu untuk memaknai Ramadhan dengan lebih mendalam tahun ini.

1. Sudahkah ibadah kamu maksimal selama bulan Ramadhan lalu?

renungan ramadhan lebaran
Sumber foto: Ballybally.com

Pada bulan Ramadhan, amal kebaikan kita akan mendapat balasan berlipat ganda. Sebagai umat muslim, rasanya sayang kalau melewatkan bulan Ramadhan dengan sia-sia. Coba kita ingat-ingat lagi apakah selama bulan Ramadhan lalu kita sudah memaksimalkan kesempatan untuk berbuat baik dan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya?

Selama satu bulan kita harus menahan hawa nafsu selama berpuasa dan menjauhi hal-hal yang dilarang. Terlebih lagi di bulan suci ini kita punya kesempatan lebih untuk mendekatkan diri pada Allah, untuk semakin memahami berkah dan anugerah yang telah kita terima lewat berpuasa. Apakah kita sudah menjalani bulan puasa dengan motivasi yang tepat dan memahami makna bulan Ramadhan itu sendiri?

2. Adakah sisi dari kehidupanmu yang ingin diubah setelah melewati bulan puasa lalu?

Sumber foto: Ipolitics.ca
Sumber foto: Ipolitics.ca

Menahan diri untuk tidak makan dan minum saat berpuasa merupakan bentuk bagaimana kita bisa bertaqwa dan taat menahan diri dari hawa nafsu. Jika ditelisik lebih mendalam, bagaimana sikap kita dalam berpuasa—apakah benar-benar menahan diri dari perbuatan yang salah—lebih esensial dalam artian bahwa puasa tidak hanya bersifat seremonial saja. Apakah perbuatan, pikiran, ucapan, semuanya sesuai dengan nilai-nilai islami?

Puasa juga bisa jadi waktu untuk memperbaiki sikap. Kita memiliki kesempatan untuk merawat kehidupan dan lebih mawas diri untuk menjaga perilaku dari hal-hal yang merusak ibadah puasa. Setelah terbiasa menjalankannya selama sebulan, jadi lebih mudah bukan untuk terus melanjutkan perbuatan tersebut untuk jadi diri yang lebih baik.

Atau saat bulan puasa ini kita sadar kalau selama ini kurang menyediakan waktu bersama keluarga karena terlalu mementingkan pekerjaan? Yuk mulai cek lagi ke diri sendiri apakah kita sudah menerapkan skala prioritas yang tepat untuk menjaga keseimbangan dalam hidup.

3. Jangan simpan dendam, maafkan dan let go

Sumber foto: Sabusinessindex.co.za
Sumber foto: Sabusinessindex.co.za

Mengucapkan permohonan maaf rasanya sudah jadi hal biasa saat Idul Fitri tiba. Namun, sebenarnya meminta maaf dan memaafkan orang lain bisa dilakukan kapan pun, tidak harus menunggu sampai datangnya bulan Ramadhan. Memang tidak ada larangan memanfaatkan momen Lebaran untuk saling minta maaf dan memaafkan, tetapi jangan sampai ini jadi kebiasaan rutin menumpuk kebencian sekaligus banyak sampai bulan puasa. Lakukan dengan tulus dan ikhlas, bukan sekedar basa-basi atau gengsi saja.

Ketika membahas tentang “meminta maaf dan memaafkan”, apakah ada seseorang yang muncul di pikiran atau merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati? Jika ya, tidak ada salahnya kita coba untuk berbesar hati meminta maaf dan memaafkan. Meminta maaf bukanlah perbuatan yang merendahkan seolah-olah kita adalah pecundang. Justru meminta maaf akan membuka lagi pintu kecanggungan yang membatasi dan mengembalikan eratnya silaturahmi yang sempat terputus. Kesampingkan gengsi untuk minta maaf apabila kita memang salah, tanpa perlu ditambahkan argumentasi pembelaan diri.

Di sisi lain, kita juga harus memaafkan siapa pun yang pernah menyakiti, terlepas dari apakah mereka meminta maaf atau tidak. Menyimpan dendam sama saja seperti menyimpan racun, tidak ada faedahnya dan hanya akan menyakiti diri sendiri. Berikan pengampunan dan lepaskan rasa dendam, hidup akan terasa lebih ringan tanpa membawa beban kebencian.

 

Semoga puasa dan Idul Fitri tahun ini membawa arti dan makna yang lebih mendalam. Semoga segala perbuatan baik yang kita lakukan selama sebulan terakhir bisa terus dilanjutkan dengan dasar ketulusan dan kesucian hati.

Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Semoga kita selalu diberi nikmat sehat supaya dapat berjumpa dengan Ramadhan selanjutnya.

 

THEAUTHOR

Vanessa Giovanni

Vanessa Giovanni has written 23 Article, See all posts
  • Robby

    Amiin mudah mudahan kebaikan kita selalu di terima oleh allah swt amiin ya robal alamin.