Tradisi Unik Jelang Bulan Ramadhan di Indonesia

5 Tradisi Unik Jelang Bulan Ramadhan di Indonesia

Vanessa Giovanni /   Info & Tips

Siapa saja yang sudah siap menyambut datangnya bulan Ramadhan? Dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam, tiap orang memiliki tradisinya masing-masing dalam menyambut bulan suci penuh berkah ini. Indonesia sendiri merupakan negara yang kaya dengan corak unik dari Sabang sampai Merauke, karena itulah tradisi dalam mempersiapkan kedatangan bulan Ramadhan di Indonesia juga beragam. Penasaran ada tradisi apa saja menjelang bulan puasa ini? Berikut 5 tradisi unik jelang bulan Ramadhan di Indonesia:

1. Nyorog

tradisi ramadhan nyorog betawi
Sumber foto: Purwantojil.blogspot.co.id

Dalam masyarakat Betawi, tradisi nyorog dilakukan dengan membagikan bingkisan makanan pada sanak saudara atau anggota keluarga yang lebih tua sebelum datangnya bulan puasa. Lewat tradisi ini, masyarakat diingatkan dengan kedatangan bulan Ramadhan dan menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan dengan keluarga, kerabat, ataupun tetangga.

Meskipun nama “nyorog” rasanya sudah kurang dikenali lagi kini, kegiatan berbagi bingkisan masih tetap dilakukan. Isi bingkisan yang dibagikan pun beragam, biasanya berupa makanan dan kue-kue yang manis. Bisa juga bingkisan yang dibagi ini berisikan bahan makanan mentah, daging kerbau, ikan bandeng, kecap, kopi, susu, sirup, gula, dan seterusnya.

2. Dugderan

tradisi ramadhan dugderan semarang
Sumber foto: Yogyakarta.panduanwisata.id

Untuk menyambut Ramadhan di Semarang, masyarakat di sana memiliki tradisi Dugderan. Dugderan biasanya diadakan satu atau dua minggu sebelum datangnya bulan puasa. Masyarakat akan disuguhi acara semacam pesta rakyat dengan karnaval, tabuh bedug, dan pertunjukkan tarian tradisional. Tradisi ini sendiri sudah berusia ratusan tahun karena diadakan sejak tahun 1881, lho!

Nama “dugderan” berasal dari dua kata, Dug dan Der. Dug diambil dari suara bedug yang dipukul yang menandakan kedatangan bulan Ramadhan. Sedangkan Der berasal dari suara dentuman meriam yang diasumsikan mengeluarkan suara derrr. Kini dugderan tidak hanya menjadi pengingat umat Islam untuk memulai ibadah puasanya, tetapi juga jadi sarana hiburan dan acara budaya yang menarik minat masyarakat.

3. Nyadran

tradisi ramadhan nyadran jawa
Sumber foto: Tribunnews.com

Tradisi nyadran biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta untuk menyambut Ramadhan. Mereka akan mengunjungi makan keluarga untuk ziarah dan mendoakan mereka yang sudah meninggal. Seperti yang bisa kita lihat, berziarah ke makam sudah jadi tradisi sebagian masyarakat Indonesia.

Nyadran atau sadranan berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti berziarah dalam bahasa Jawa. Awalnya nyadran dilakukan dengan mengunjungi makam-makam tokoh masyarakat yang disegani dan nenek moyang. Namun, dalam perkembangannya kini beberapa masyarakat ke makam keluarga dan sanak saudaranya.

4. Balimau

tradisi ramadhan balimau padang
Sumber foto: Bukittinggi.com

Tradisi Balimau dilakukan oleh masyarakat di daerah Sumatera, khususnya Sumatera Barat mulai matahari terbit hingga terbenam pada satu hari sebelum bulan Ramadhan. Mereka mendatangi area pemandian umum seperti danau, sungai, atau kolam untuk menjalankan tradisi ini. Balimau memiliki makna mempererat tali silaturahmi dan menyucikan diri sesuai ajaran Islam, di mana dalam Islam diajarkan bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Balimau sendiri memiliki arti mandi disertai keramas dalam bahasa Minangkabau.

Balimau dilakukan beramai-ramai, dari orang dewasa hingga anak-anak, laki-laki dan juga perempuan. Balimau sudah dilaksanakan oleh masyarakat Padang sejak 300 ratus tahun lalu. Melalui balimau, diharapkan orang-orang bisa membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum datangnya bulan puasa.

5. Meugang

tradisi ramadhan meugang aceh
Sumber foto: Seputaraceh.com

Kedatangan bulan Ramadhan disambut oleh masyarakat di Nangroe Aceh Darussalam dengan tradisi meugang. Tradisi ini kabarnya sudah dilakukan sejak tahun 1400 Masehi. Meugang dilaksanakan dengan menyembelih kambing atau kerbau. Setelah disembelih, daging hewan ini akan dibagikan dan juga disantap beramai-ramai dengan keluarga.

Apabila ada masyarakat yang tidak mampu membeli daging, maka seluruh masyarakat akan bergotong royong supaya semua warga bisa menikmati daging kerbau atau kambing sebelum datangnya bulan puasa. Biasanya meugang diadakan tiga kali dalam setahun dalam masyarakat Aceh, yaitu pada dua hari sebelum bulan puasa, dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan dua hari menjelang Idul Adha. Selain kerbau atau kambing, biasa masyarakat Aceh juga menyembelih ayam dan bebek.

 

Itulah 5 tradisi unik menjelang bulan Ramadhan di Indonesia. Apakah kamu juga memiliki tradisi yang selalu dijalankan tiap tahunnya untuk menyambut datangnya bulan suci penuh berkah ini?

THEAUTHOR

Vanessa Giovanni

Vanessa Giovanni has written 23 Article, See all posts