Perhitungan Ongkir JNE yang Baru
Mungkin Tokopediawan/Tokopediawati sekalian belum banyak yang tahu, tapi terhitung sejak 11 Februari 2013 yang lalu, agen pengiriman JNE mulai menetapkan kebijakan perhitungan ongkir yang baru. Jadi sistem perhitungan di Tokopedia juga ikut disesuaikan dengan cara baru tersebut.
Penjelasan setelah ini agak berbau matematika, jadi yang mau siapin kacamata atau kalkulator silakan~ ;)
Sebelum menjelaskan perhitungan yang baru, kami akan jabarkan sedikit cara perhitungan yang dulu. Misalnya, penjual ingin mengirimkan barang seberat 1.2 kg dari Tangerang ke Kebon Jeruk, Jakarta Barat menggunakan paket REG JNE. Ongkir untuk barang seberat 1 kg dari Tangerang ke Kebon Jeruk, Jakarta Barat adalah Rp 6,000.-. Karena pada perhitungan yang lama JNE tidak memiliki berat toleransi, maka berat barang yang lebih dari 1 kg akan dibulatkan ke atas dan dihitung menjadi 2 kg, dan jika beratnya lebih dari 2 kg akan dibulatkan menjadi 3 kg, dan seterusnya.
Berikut perhitungan singkatnya:
Ongkir Tangerang -> Kebon Jeruk, Jakarta Barat (paket REG) = 2 kg x Rp 6,000.- = Rp 12,000.-
Nah, perbedaannya dengan cara perhitungan yang baru adalah saat ini JNE menetapkan adanya berat toleransi sebesar 0.3 kg. Artinya, jika berat barang masih di bawah 1.3 kg maka akan dihitung menjadi 1 kg, dan jika beratnya lebih dari 1.3 kg barulah dihitung menjadi 2 kg. Ini berlaku kelipatannya yaitu 2.3 kg, 3.3 kg, dan seterusnya.
Berikut perhitungan yang baru untuk contoh di atas:
Ongkir Tangerang -> Kebon Jeruk, Jakarta Barat (paket REG) = 1 kg x Rp 6,000.- = Rp 6,000.-
Perhitungannya gampang kan?
Dan dengan perhitungan baru ini, akan lebih meringankan bagi pembeli sebagai pihak yang dibebankan ongkir.
Jika masih ada yang kebingungan dengan cara perhitungan baru JNE ini bisa langsung tanya-tanya ke http://www.tokopedia.com/contact.pl
Selamat berjualan dan berbelanja bersama Tokopedia~
wah.., semakin mantap saja….,
mudah-mudahan tahun ini juga ada perubahan dari Tokopedia. mungkin Tokopedia bisa menambahkan beberapa fitur berikut :
- Pada web diberikan fitur Own Blog, jadi blog pribadi untuk penjual yang mungkin memiliki obsesi menulis. terkait dengan mungkin pengalaman berjualan, manfaat barang yang dijual dan informasi lainya
- Pada Tokopedia disertakan fitur Donate, jadi apabila ada dana tanggung, misalnya ada dana pengembalian dan ingin disumbangkan kepada panti sosial yang telah bekerjasama dengan Tokopedia, maka bisa dilakukan disini. fungsinya lebih kepada Amal.
- Tokopedia berhak melarang penjualan Produk berbahaya bagi tubuh, misal kosmetik dengan Kandungan senyawa kimia berbahaya, Petasan, dll.
gmn petugas jne nya aja itu sih, kadang ga ngaruh…mereka butuh duid, terutama “agen”…ada beberapa daerah yg mewajibkan “regular” ga boleh pake yg lain, karena untungnya tipis, ini kebijakan baru 0.3kg…tetep aja ga ngaruh buat mereka di daerah lg jg sama, hehehe…mu gmn lg, nikmati aja :)
Thanks buat JNE dan Tokopedia… Syukur deh, akhirnya ada toleransi berat.. soalnya saya salah satu buyer yang sering dirugikan oleh tarif pembulatan JNE. yang secara tidak langsung sering dimanfaatkan seller nakal yang suka melebihkan kardus paking sampai 200gr.. helloooooooo, kita cuma beli kosmetik yang yg kardusnya ditimbang paling gak sampe setengah ons!!! saya sangat menghargai beberapa seller jujur yang menghitung berat sesuai dengan berat barang (toleransi tambahan berat per produknya antara 20gr-50gr) untuk menyiasati tambahan paking. sayang masih banyak pula seller nakal yang mengaku kasih kardus sampai 2-3ons. kalaupun kardus dengan berat sebesar itu sebaiknya diberi keterangan bahwa berat dan jumlah produk memang memungkinkan untuk di paking dengan kardus seberat 2 ons (setau saya kardus seberat itu besarnya sama seperti kardus mie instan).. semoga seller jg tidak perlu menambahkan jumlah berat barang karena jne sudah kasih kelonggaran… terima kasih.
iya sih bener, emang dari kemarin jne sudah kasih keringanan seperti itu, tapi balik lagi dengan sikon, dimana yang lebih sering memberlakukan hal itu adalah cabang2 jne-nya langsung… bukan agen, kalau diperhtikan baik2, harga pengiriman dari agen, terkadang berbeda dengan harga yang kita lihat di web, semoga saja… disini bisa disamakan dengan yg jne cabangnya ya :)
Sering jadi korban? berarti masuk ke lubang yang sama terus dong. Kalau di Tokopedia akan jarang kok kalau kita bisa ketipu sama beratnya, kan kelihatan di data barang yang dikasih. Jadi kalau misalkan beli Shampo 50 gr apakah mungkin berat di data diberikan 200 gr? Nah itulah bagusnya di tokopedia tersedia pula Talk About It dan Review yang bisa digunakan buyer. Saya saja kalau lihat seller yang nakal pasang berat produk yang enggak lazim lansung ditanyakan ke talk about it, biar calon buyer lain juga gk kejebak terus cari deh toko lain yang murah dan masuk akal. Kalau udah terlanjur sampai sering jadi korban ya tulis di review. REVIEW itu bukan tempat konfirmasi barang tapi ulasan mengenai barang yang sudah dibeli. Tokopedia bukanlah mall online seperti Bukal**** atau tokob**** kalau konfirmasinya melalui rekomendasi. Maka dari itu mulai dari sekarang buat yang belum sadar gunakan REVIEW untuk Mengulas Barang yang dibeli baik dari segi kualitas barang bahkan hingga kemasan yang digunakan sekalipun yang lengkap.
ga berguna dengan kebijakan seperti ini kalo menurut saya.
lebih baik dari pihak tokopedia cek ongkir jangan hanya lewat web saja. karena biasanya berbeda loh.
bedanya juga lumayan kisaran 5rb sampai 20rb. khususnya untuk seller / buyer yang berlokasi di daerah kabupaten itu biasanya ongkir dikenakan biaya tambahan. harusnya di kroscek ke cabang-cabang jne nya karena ongkirnya beda
Hi Claudia,
Apabila menemukan agen JNE yang nakal, disarankan mencari agen lainnya, dan mengirim informasi tersebut ke kantor pusat JNE. Kami dari Tokopedia telah mendapatkan konfirmasi dari pusat JNE bahwa seharusnya semua agen dan kantor cabang berpatokan pada data harga resmi dari pusat. Jika ada penyimpangan di lapangan, bisa dilaporkan, dan nanti akan diinvestigasi dan ditindak.
Alhamdulillah ada perbaikan yang positif dari JNE dan cepat direspon Tokopedia. :) Smoga keluhan-keluhan yang lain yang berhubungan pihak ketiga juga bisa terselesaikan dengan baik dan cepat.
Seperti kasus-kasus barang terlambat hingga cukup lama sampai ke pembeli. Karena selama ini yang harus aktif masih pembeli dan penjual, klo bisa Tokopedia cukup memberikan bukti transaksi kepada pihak ketiga dan pihak ketiga langsung bertindak cepat karena sudah terjalin hubungan yang baik antara Tokopedia dan pihak ketiga semisal JNE. Komplen terhadap pihak ekspedisi saat ini masih sulit, ditelpon aja ga nyambung-nyambung.
Terima kasih Tokopedia.
saya pernah beberapa kali mengalami markup berat yang lumayan disalah satu OS, pada hitungan berat tokopedia berat total pas 2Kg, setelah barang sampai di customer eng ing eng ternyata tertulis hanya 1.2Kg. 800gr spare yang lumayan besar ya.
Oke saya asumsikan misalnya saya membeli beberapa produk dengan berat 1.4Kg (sesuai hitungan invoice) dengan ongkir 50rb/Kg dan biaya ongkir total 100rb namun pada kenyataannya hanya 900gr dan ongkir hanya 50rb, bukankah hal tersebut termasuk dalam PENIPUAN??
Iya nih, kadang beda dengan praktik di lapangan. Saya sendiri kadang menemui agen JNE yg nambah biaya 1% diatas biaya di web resmi, ada yg mengharuskan packing kayu padahal barang udah dikemas aman. Dan customer service JNE sepertinya masih belum dianggap serius oleh JNE (belum ISO 9001), bisa dilihat di fan page FB-nya saja ada berapa konsumen yg tidak ditanggapi dan telpon tidak bisa dihubungi, pengiriman YES tidak datang2 dll.
Kalo saya sendiri sebagai penjual dan pembeli di tokopedia berharap ada banyak pilihan pengiriman selain JNE dan RPX (FeDex), misal dengan POS Indonesia, TiKi, Wahana, MEX, Pandu Logistic, DHL, dll. thanks.
Gitu aja koq pusing,, perasaan semuanya(berat dan ongkir) sudah ter set di tokopedia. jadi cari aja yang murah, terjamin dan berat logis plus melihat “talk about it!” dan “review”. saya konsumen, tapi memang justru penjual yang akan kena imbas dari “toleransi” ini. kasih berat minimal “salah”, kasih berat lebih “disalahkan”. huffff. so, ikutin aja ketentuan yang sudah ada, toh tokopedia selalu merespon mengikuti kondisi yang ada. oke bro and sista. semangaaaat!!!
Pengiriman dgn sistem sekarang sangat menguntungkan pembeli maupun penjual tp sepertinya utk hitungan yg melebihi volume masih tetap menyulitkan penjual
buat penjual akan masih kesulitan krn harus menghitung volume walaupun beratnya kurang dari satuan maksimal (terlalu ringan).
Seringkali disetiap cabang JNE tidak sama dlm menghitung volume, supaya tidak kena volume sampai sy sering pindah cabang JNE lain yg bisa kasih toleransi.
hitungan yg ditetapkan sekarang apakah otomatis barang yg kena volume juga akan berubah hitungan maksimalnya yah………??????????????
hi toko lariz
klo menurut saya seandai tokopedia ikut menangani hal tersebut sepertinya tidak mungkin, karena jumlah kirimannya bisa dibilang ngga sedikit. yang ada malah tokopedia nya yang dikomplain gara-gara masalah pengiriman … :D
sebagai penjual kita harus nya memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen kita,jangan ikut panik ntar yang ada konsumen kabur.. :p
sebetul nya untuk masalah penyampaian paket lama disebabkan oleh beberapa faktor
1. nama,
contoh: haris rahman (KTP/asli) hehe nama sendiri aja ah piss. ketika kurir mengantarkan paket nama “haris rahman ” ini tidak ada yang mengenal, tetapi para tetangga tau nya nama AIS (panggilan). otomatis jika kurir tidak tau nama panggilanya pasti paket ini akan kembalikan karena nama tidak dikenal
2.”alamat” yang dituju adalah area pedalaman dimana biasa nya perschedule(di jadwal/ ngga tiap hari), konsumen salah nulis alamat contoh harus nya no 34 jadi 3A,
3.” no hp ” biasanya orang klo ada no tlp baru ngga di “angkat” padahal yang lagi nelpon itu kurir haha :).. klo ada sms sangkain penipuan.
4.adanya kesamaan nama kecamatan ataupun daerah
contoh: 1.depok,sumber cirebon. 2.depok,sleman. 3.kota depok
mungkin dari pihak jne pasti akan memasukan paket tersebut ke kota depok.padahal paket tersebut buat depok,sleman. karena pengirim / konsumen lupa mencantumkan kota sleman..haha paket nya mau jalan2 dulu
sebetul nya masih banyak faktor2 lainnya ….
saran saya : ikuti aturan mainnya/prosedur standar pengiriman. jangan memberikan janji pada konsumen dalam hal penyampaian paket (tahu jarak berarti tau waktu badingkan dengan harga yg diberikan)
TQ salam hangat
harris D rahman
saya ingin menanyakan
terus terang saya adalah penjual
saya sering sekali mendapatkan buyer yg membeli barannya di pepetkan denga maximum berat
misal berat toleransi 1.3 kilo
nah pembeli smaksimal mungkin akan membeli seberat itu
dalam kasus di atas blakangan saya serin mengalami kerugian ongkir
seperti contoh berat di tokopedia 4.3 kilo
itu blum termasuk packingan ,setelah ditambah packingan dan dikirim ke jne
saya harus membayar onkir 5 kilo
dan ini bukan hal yg jarang
apakah ada saran yg lebih baik untuk mengatasi perubahan toleransi ini?
Saya pribadi sebagai pembeli, merasa sangat senang dengan keputusan JNE. Saya sering dirugikan dengan ongkir yang nanggung. Misalnya membeli barang netto 300 gram, packing 50 gram jadi @350 gram sebanyak 3 buah, menjadi 1.050 gram > membayar ongkirnya jadi 2kg. Padahal hanya kelebihan 0,50 gram.
Semoga dengan adanya keputusan ini, Tokopedia semakin rame dikunjungi pembeli. Best regards :-)
Sebenarnya toleransi itu sudah ada dari dulu, karena saya sering mengirim barang dg berat 1,2 kg tetap dikenakan ongkir 1 kg dan itu saya perlakukan kepada konsumen saya….. sehingga konsumen tidak dirugikan dengan ongkir terutama konsumen luar daerah yang notabene ongkirnya lumayan mahal. Terima kasih jika Tokopedia ikut menyesuaikan, adalah keuntungan buat para buyer krn berkurang ongkirya. Salam Sukses buat Olshop Tokopedia
saya cm menambahkan saja..suka bingung dengan ongkir yg tdk lazim..kok ke surabaya ke jkt bs sampe 15rb..dan penulisan kecamatannya jg suka bikin bingung…kadang2 cust cm taunya alamat tp gak pernah mau tau soal kecamatan jd suka bingung klo mau atc..hrs cantumkan kecamatan..kdg2 suka gak pas..takut salah krim jadinya…thanks..salam,Merry reseller
Saya memesan barang di OLSHOP PEDIA dengan Paket JNE EKO karena paket REG kok lebih mahal dari biasanya saya pesan barang dari JAKARTA.
setelah saya cek proses pengirima di WEB JNE, Kenapa pake paket TRACKING ??
Paket TRACKING dan Paket OKE mapun REGULER kan beda.. Karena kebetulan saya juga jualan Online.
Mohon penjelasan dan transparasinya.. terimakasih..
gk perlu pake kalkulator. uda ngerti kok :D
saya juga sering nih nombok ongkir, gak tanggung2 aplg yg jauh jauh hiks, klo kita packing gak pakai bubble /dus barang takut pecah dll, tp kalau kita pakai dus otomatis berat jd bertambah ,
kmrn ada kasus customer belanja 1item dengan berat 0.2kg, ongkir surabaya ke dalam kota surabaya adalah 5.000,- nah kmrn untuk 0,2kg terhitung dari tokopedia cuma 2.000,-
saya tanya ke JNE pusat, tidak ada ongkir 2.000,- paling murah ongkir dalam kota (pake oke) itu 3.500,-
nah gimana itu sistem di tokopedia ama JNE kok beda, tokopedia kok bisa nemu angka 2.000 untuk ongkir? padahal JNE pusat Surabaya tdk pernah keluarkan ongkir 2.000
saya jg pegang daftar price list ongkirnya, saya cek jg tdk ada ongkir 2.000,-
mohon di tindak lanjuti. thanks.
Hi, setelah kami periksa, order yang dilakukan oleh pembeli adalah menggunakan paket OKE dengan ongkos kirim Rp. 2.000/ kg dan harga ini sudah sesuai dengan harga resmi JNE yang bisa disimulasikan langsung di situs JNE http://www.jne.co.id
Berikut hasil simulasinya
Dari : SURABAYA
Tujuan : SUKOMANUNGGAL ,SURABAYA
Berat (Kg) : 1
Nama Layanan Jenis Kiriman Tarif
CTCREG Dokumen/Paket Rp. 5.000
CTC Dokumen/Paket Rp. 5.000
CTCOKE Dokumen/Paket Rp. 2.000
Andri..lalu apa bedanya dgn yg lalu ttp dihitung pembulatan 1 kg kemudian buyer belanja dipepetkan 1 kg? justru pembulatan 1.3 kg sangat menolong buyer..
Siiiiip…Siiip..Siiip…
cukup menggembirakan dgn adanya update ttg penghitungan berat paket, mudah2an ke depan bs ikut melibatkan Pos Indonesia sbg salah satu alternatif jasa ekspedisi… :)
saya juga pernah beberapa kali ketemu buyer yang “pintar” untuk berhemat ongkir… dan kebetulan ini juga kesalahan ada di saya, berhubung ukuran barangnya agak nanggung saya pakai beratnya saja, jadi saya ga hitung berdasarkan volume barang… ketika buyer “pintar” tersebut order beberapa barang sekaligus ternyata menjadi terlalu mepet volumenya…
setelah kejadian tersebut, saya selalu menggunakan ukuran volume barang untuk menghindari packingan ukuran mepet…
@Merry Setiawan
setau saia, setiap jasa ekspedisi termasuk lewat POS untuk pengiriman di luar area pusat kota misalkan area Bandung tapi sudah masuk ciwidey (luar pusat kota bandung), itu ongkirnya pasti nambah…
untuk amannya opsi pengiriman menggunakan paket OKE di uncheck saja, karena masih banyak agent yang ga mau terima untuk paket OKE dalam kota yang sama…
ide bagus untuk memberikan alternatif jasa ekspedisi selain JNE…
hanya saja masalahnya, sebagian besar jasa ekspedisi belum menggunakan sistem online tracking seperti JNE… kalau mau menggunakan jasa ekspedisi lain, pasang catatan seperti ini di tokonya “untuk pengiriman jasa ekspedisi di luar JNE silahkan kontak langsung”
ya mudah2an tokopedia menyediakan ongkir paling murah di pengirimannya soalnya kalau luar jawa mahal untuk jne…terimakasih
ya sist byk seller nakal yg menjual mereka mainkan di berat nya..tp bgus nya sblm membeli teliti dlu or search ja di toped dg mencari barang yg sama bandingkn berat nya n tentu nya harga nya cari yg paling murah…
Cuma sayangnya di JNE adalagi biaya administrasi, diluar tarif yang berlaku. Saya tidak tahu pasti apakah ini peraturan resmi dari JNE atau ulah pegawainya, yg jelas biaya tersebut ada di resi, jadi ongkir di toped kurang akurat atau merugikan penjual
wah pembeli semakin ringan ya, bayangkan kalo hanya kirim 1,1kg dan harus bayar 2kg, rugi kan
kurang efektif, kalau di JNE itu (khususnya di Bdg), kirim barang 1,1kg aja mending jadi 2kilo, la ini malah minta kena volume ([PxLxT]:6000) alhasil barang kena 2,xx kilo ujung2nya kena 3kg.
kalau barang keliatan besar meskipun berat setara 1kg +/- 2ons tetep aja kena volume.
kayaknya mesti diatur ulang deh atural lengkap sampe batas mana suatu barang kena hitungan volume.
..masih banyak agent yang ga mau terima untuk paket OKE dalam kota yang sama….. jd sebaiknya untuk kota yg sama pake apa?
eniwei… mantap info dari tokopedia