Every End Is a New Beginning!

Every End Is a New Beginning!

June 20, 2009 2:09 am / By / 20 Comments

Akhir tahun 2007, warteg samping Cyber Building, Jakarta Selatan

Saya sedang menikmati makan siang bersama Leon, Albert, dan Andry. Saat itu saya bekerja sebagai IT & Business Development Manager; Leon sebagai General Manager; sementara Albert dan Andry sebagai web developer di Indocom Group.

Sehari-hari kami bekerja mengembangkan aplikasi sms content, sms broadcasting, dan juga beberapa website pesanan. Ketiga gerak bisnis tersebut kebetulan sedang struggle, hidup tidak, matipun enggan.

Buat yang belum tau beda antara SMS Content dengan SMS Broadcasting, perbedaannya sebagai berikut:

  1. SMS Content itu SMS berlangganan dimana biaya dikenakan ke penerima SMS. Contohnya SMS REG spasi SOMETHING yang sempat sangat banjir di tayangan televisi; atau juga SMS-SMS yang bersifat quiz, polling, dan sejenisnya.
  2. SMS Broadcasting adalah SMS berisi informasi, dimana biayanya dikenakan ke pengirim SMS. Contohnya SMS informasi discount dari kartu kredit, SMS informasi dari BANK, dan sejenisnya.

Setiap bulannya bisnis SMS Content harus mengejar komitmen 100 juta rupiah revenue sms / bulan, dengan 50% otomatis menjadi jatah operator. Apabila revenue di bawah itu, otomatis terkena penalty, dimana 50 juta sudah pasti menjadi hak milik dari operator. Belum lagi menghitung biaya iklan yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Fakta banyaknya yang bermain di bisnis sejenis membuat kue kecil dibagi rame-rame, dimana pada akhirnya yang untung sebenarnya hanya operator selular dengan regulasi yang kurang sehat.

Nah, waktu makan siang seperti itu sering kami gunakan sebagai waktu brainstorming. Brainstorming kami pada waktu itu tidak jauh dari apa yang harus kami lakukan untuk menolong perusahaan survive di tengah struggle tersebut. Leon mengajak kami untuk lebih bersemangat lagi mencari client untuk produk SMS Broadcasting lewat telemarketing semampu kami, karena prospek SMS Broadcasting memang lebih baik dari prospek SMS Content. Atau coba gali ide untuk mengembangkan website lain. Waktu itu Leon mengutarakan ide untuk membuat website untuk komunitas musik, atau website untuk share lagu dengan cara yang legal.

Dibanding SMS Content, SMS Broadcasting punya prospek yang lebih baik, pasarnya jelas, dan kebutuhannya ada. Sepanjang 2008 nantinya, saya bersama Leon berusaha mati-matian survive lewat bisnis SMS Broadcasting ini. Hanya saja saya juga menyadari keterbatasan saya yang bukan seorang people person, oleh karenanya saya juga memilih mencoba alternatif pengembangan website, dibanding melakukan telemarketing untuk SMS Broadcasting.

Pada waktu itu saya kebetulan mendapatkan order side-job mengembangkan sebuah website e-commerce. Dan sebenarnya dari masa ke masa banyak sekali order sidejob yang beredar seputaran pengembangan website e-commerce. Wajar, karena pada satu titik tertentu, bisnis offline memang harus berkembang merambah pasar online yang sedemikian luasnya. Hanya saja, side-job side-job tersebut terpaksa saya tolak semua karena memang tidak ada waktu. Saya memilih konsentrasi penuh mengembangkan Indocom Group.

Saat itu saya juga dipercaya sebagai Super Moderator di salah satu forum besar Indonesia. Dan dalam komunitas forum tersebut, salah satu yang paling besar adalah komunitas Jual Beli nya. Hanya saja dalam aktivitas jual-beli lewat forum tersebut, tidak jarang terjadi kasus penipuan. Si korban biasanya mengirimkan pesan pribadi kepada saya untuk meminta pertolongan. Karena fungsi forum pada dasarnya adalah sebagai wadah untuk berdiskusi, bukan wadah untuk bertransaksi online, sayapun tidak bisa membantu banyak selain menasehati untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online di masa akan datang.

Kombinasi antara kebutuhan dan masalah tersebut, membuat saya menyadari bahwa pasar e-commerce di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Terbersit ide, bagaimana jika ada sebuah website dimana pengunjung bisa membuat website mereka sendiri? Sebuah website yang dilengkapi dengan fungsi transaksi-online dengan mekanisme transaksi yang aman? Ini akan menjadi jawaban untuk semua masalah tadi.

Ide ini kemudian kami bahas di makan-makan siang berikutnya, dan pada akhirnya menyempit menjadi dua ide. Ide mengembangkan website download musik terinspirasi keberhasilan napster, atau ide mengembangkan website commerce terinspirasi keberhasilan amazon. Keduanya sudah booming di dunia sebelum memasuki tahun 2000. Amazon mulai dari tahun 1995, sementara Napster di tahun 1999. Keduanya sekilas seperti ide usang, jauh dari ide orisinil, tapi kami yakin jika dikemas dan disesuaikan dengan habitat pengguna Indonesia, bisa menjadi produk yang luar biasa.

Akhir tahun 2007, di review tahunan kemudian kami membuat presentasi yang intinya mengajak board of directors untuk mempertimbangkan penutupan bisnis SMS Content yang sudah tidak sehat, fokus di SMS Broadcasting, serta mencoba pengembangan area bisnis baru lewat sebuah website yang waktu itu saya namakan belanjaaman.com. Idenya website ini selain dilengkapi fitur transaksi online yang mumpuni, juga dilengkapi fitur interaksi yang terdapat pada situs jejaring sosial pada umumnya. Sementara di sisi bisnisnya diperlukan brand-awarness untuk membuat belanjaaman.com sebagai wadah e-commerce yang diingat pelaku transaksi online di Indonesia sebagai web commerce yang dikelola dengan serius. Untuk itu tentunya dibutuhkan komitmen dana yang besar, karena bisnis internet pada umumnya tidak akan langsung menghasilkan dalam beberapa tahun pertama.

Point-point review tersebut disetujui, board of directors memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis SMS Content, dan akan fokus di bisnis SMS Broadcasting untuk tahun 2008. Sementara untuk ide belanjaaman.com, BOD meminta proposal pematangan ide nya, business plan dan proyeksi kebutuhan dananya untuk mencari investor. Sepanjang tahun 2008, Leon dan saya kemudian akan fokus mati-matian memperjuangkan 2 hal tersebut, yang akan diceritakan di jurnal blog lainnya.

Di Indocom Group saya belajar banyak hal, salah satu paling penting adalah semangat pantang menyerah; tapi juga harus tahu kapan saatnya mundur dari sebuah medan peperangan yang sudah tidak mungkin dimenangkan. Saat menjalankan bisnis SMS Content misalnya di akhir tahun 2006, kami pernah mengadakan satu quiz dengan total dana sebesar 2 Milyar rupiah untuk masa waktu quiz hanya sekitar 4 bulan. Quiz tersebut gagal generate revenue, dan kami merugi total. VF, investor kami pada waktu itu datang di review-meeting waktu itu, beliau mengatakan kurang lebih seperti ini, “Anggap 2 Milyar ini sebagai biaya pelajaran kita, ke depan kita harus lebih baik, dan benar-benar belajar dari kegagalan ini. Kali ini kita gagal, tapi kita jadi lebih maju karena kita sudah lebih berpengalaman.” Hanya orang dengan semangat entrepenuership sejati yang bisa dengan tenang menyadari kegagalan, dan bahkan menjadikannya sebagai pembelajaran.

“Making your mark on the world is hard. If it were easy, everybody would do it. But it’s not. It takes patience, it takes commitment, and it comes with plenty of failure along the way. The real test is not whether you avoid this failure, because you won’t. it’s whether you let it harden or shame you into inaction, or whether you learn from it; whether you choose to persevere.” – Barack Obama

Maka, akhir 2007, satu kegagalan disadari untuk satu pelajaran baru. Seperti siklus kehidupan, ada yang mati (bisnis sms content ditutup), ada yang menjadi dewasa (fokus survive di sms broadcasting), dan selalu ada yang baru lahir (mempertimbangkan ide belanjaaman.com).

Perjalanan tokopedia (belanjaaman) pun dimulai walau masih pada tataran ide, business plan, dan perjuangan mencari investor. Every end is a new beginning!


Share Artikel


  • http://www.planet-orange.org Invain

    Selamat atas dibukanya tokopedia bro…sukses ya..salut gw dengan idenya..

  • RUDY

    Selamat TOKOPEDIA Yang selama ini cape2 di kerjain uahuaha MOGA SUKSESS Gua Pasti Ikut Jualan!!

  • Pingback: Keseriusan William Tanuwijaya Mengolah Tokopedia | NavinoT

  • http://adabisnis.com Purba

    Hmm… benar-benar seorang netpreneur sejati… Tidak gampang mengembangkan sebuah website dan meraih untung seketika. Butuh usaha keras, sama dengan halnya mengembangkan bisnis offline.
    Every end is a new beginning… I agree with this!

  • Pingback: Let’s take it to the next level! « Tokopedia

  • Pingback: It Started with an Idea | NavinoT

  • http://electra.tokopedia.com Roy Martha (Electra Shop)

    wah,,wah,, sampai ikut berfikir membacanya,,

  • Pingback: Tokopedia Blog » Dibalik Nama Tokopedia

  • Pingback: Tokopedia Blog » Let’s take it to the next level!

  • tri soetrisno

    betul bos..,tak ada kesuksesan yang spontan…good luck tokopedia

  • http://www.fashionwearhouse.tokopedia.com Nurul Irmawati

    “Every end is a new beginning!”, I just lllooove this sentence, so inspiring! And so does your effort, thumbs up! Love your writings too! :)

  • eddy

    Spt halnya “brand” adalah kepercayaan, itulah yang tersulit, sekali tercoreng, habis sudah…

  • ageha online shop

    wuiih, ceritanya inspiring bgt \^o^/
    andai aja tau web ini jauh lbh cepet hehehe

  • http://www.jualberasorganik.net bachtiar djanan

    membaca kisah Pak William, saya jadi teringat dengan perjalanan usaha saya yang beberapa di antaranya mirip dengan apa yang dialami Pak William (tapi dengan skala usaha yang jauuuuuuh lebih kecil)… artinya, memaknai suatu kegagalan dengan pemikiran positif dan rasa optimis, dan ternyata di balik kegagalan itu Tuhan sudah mempersiapkan skenario yang lebih baik untuk kita… tinggal seberapa kita meyakini bahwa Tuhan tau apa yang terbaik untuk kita…
    trims atas share dan inspirasi dari Pak William… Sukses Tokopedia

  • http://www.ahaherbal.com aha herbal

    terharu aku membaca kisahnya,,, boleh nangis nggak ya,,,

  • http://www.ahaherbal.com abu aha herbal

    sungguh menginspirasi,,walau aku member baru tapi sudah bisa menlai tokopedia bakal besarr

  • ella anggi

    boleh tanya segala sesuatu tentang tokopedia? karna sy menggunakan tokopedia sebagai judul skripsi sy.
    selain karna sy sudah sering belanja , sy juga senang karna cm modal internet bisa dapet uang hehe.
    ato boleh ga tanya dimana bisa dapet info lengkap toko ini ,seperti jumlah pengguna dll ,thanks before

    • http://tokopedia.com Tokopedia Customer Care

      Hai Ella, silahkan datang langsung ke kantor kami di Graha Handaya Unit R, S, T
      Jl. Raya Pejuangan No. 12A, Kebon Jeruk
      Jakarta Barat 11530
      Indonesia

      • http://www.pajanlom.com Mukhlis Abek

        Thanks info alamatnya, sudah nyari2 ternyata ada di blog :)

  • http://RisQita.com Lamandari Priyabawati

    Kesuksesan memang harus dengan usaha dan perjuangan.